Selamat Datang di GPIB Bahtera Iman online! Semua info mengenai jadwal kebaktian mingguan, kebaktian Rumah Tangga / PelKat, dan aktifitas lainnya dapat dilihat disini.
Salam Presbiter

Majelis Jemaat GPIB Bahtera Iman Ciputat mengucapkan selamat datang dan selamat beribadah bagi jemaat dan para tamu yang mengambil bagian pada ibadah di GPIB Bahtera Iman Ciputat.

Khususnya bagi Saudara-saudara yang baru pertama kali mengikuti ibadah dalam Persekutuan Jemaat GPIB Bahtera Iman, dan berkerinduan untuk dilayani seterusnya, dapat menghubungi Majelis Jemaat seusai setiap ibadah di ruang Konsistori atau melalui Kantor Majelis Jemaat setiap hari Selasa s/d Jumat pukul 08:00 - 16.15 WIB, hari Sabtu 08:00 - 14:00 WIB atau segera menghubungi Koordinator Sektor Pelayanan.

Dalam rangka menjaga kekhusukan sepanjang kegiatan Ibadah Minggu dari awal hingga akhir di Gedung Gereja, maka bersama ini di mohon kesediaan Bapak/Ibu/Sdr/i agar:

  • Tidak mengaktifkan suara/bunyi HP sepanjang ibadah berlangsung
  • Mendampingi Putra/i kesayangan kita, sehingga tidak mengganggu jalannya ibadah terlebih menjaga mereka agar tidak berlarian sampai ke Mimbar Gereja
  • Tidak meninggalkan sampah berusa tissue/bungkus permen/dll didalam gereja
  • Mohon perhatian jemaat pada waktu prosesi keluar, jemaat tetap berdiri dan tidak keluar mendahului firman dan pelayan

Kiranya ibadah kita berkenan bagi Allah dan membawa berkat bagi kehidupan iman kita

Berita Minggu Ini

Anggota Jemaat yang di Rawat di RS / Pemulihan & Perawatan di Rumah :
Sektor Nama
I
  • Ibu Liem Yun Moy
  • Ibu Elly Gouw
  • Ibu Marintan Tobing - Saragih
  • Ibu Kicky Ramelan - Rumambi
  • Ibu Paulina Esther Ginogaha - Kesek (Ibunda dari Ibu Carla Kesek)
II
  • Ibu Getruida Loupatty- Latuperisa
  • Ibu Wilmentje Saartje Annie Riung - Lapian
  • Bapak Pieter George Vriese
  • Ibu Aukje Ilse Parinussa (Orangtua (Ibunda) Ibu Rose Marie Soeyanto - Parinussa)
III
  • Bapak Yohanes Widiyanto
  • Bapak Albert Karel Tuyu
  • Bapak Gustaaf Papilaya
  • Ibu Juliana Papilaya - Sopaheluwakan
  • Bapak Jootje Ventje Polimpung (di rawat di RS Pelni, Petamburan)
  • Ibu Jacinhta Kerap - Watung
  • Pendeta Pauline Kaloh - Gerungan
  • Ibu Saartje Samallo (Ibunda dari Penatua Frida Rantoliuwong - Samallo)
IV
  • Sdri Diana Koagouw
  • Bapak Petrus Saimima
  • Bapak Harry S Purnama 
V
  • Ibu Halimah (Ibunda dari Ibu Erma Palandeng, di Lampung)
  • Ibu Roosye Mambu (Ibunda dari Penatua Leo Palandeng, di Manado)
  • Bapak Bahal Pane (Ayah dari Ibu Lies Gumansalangi - Pane)
VI
  • Sdri Maya Budiman
  • Bapak Gerard Daniel Aipassa 
  • Ibu Sumisih (Ibunda dari Bapak Alex Christ Noerhendra)
VII
  • Ibu Masdiani Natalia Kaisiepo - Hasibuan
  • Penatua ARK Warouw 
Read more →
Polusi Udara Tingkatkan Risiko Diabetes Anak

Sumber: Kompas.com

Menghindari diabetes juga bisa dimulai dengan menghindari paparan polusi. Sebuah penelitian dari Jerman mengatakan, anak yang terkena paparan polusi udara dalam waktu lama memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan resistensi insulin, pemicu diabetes. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetologica ini mengatakan, banyak penelitian sebelumnya yang sudah menemukan hubungan antara paparan polusi udara dengan risiko penyakit jantung dan pengerasan pembuluh darah, namun masih sedikit yang mengaitkannya pada diabetes. Dalam studi ini, para peneliti menganalisa sampel darah dari 397 anak yang berusia 10 tahun. Mereka juga memperkirakan paparan polusi udara yang diterima anak-anak dengan menganalisa emisi kendaraan, kepadatan populasi, dan tempat tinggal anak-anak. Penelitian mengungkap, anak-anak yang sering terpapar polusi udara memiliki kadar insulin yang signifikan lebih tinggi daripada anak-anak yang tinggal di daerah yang rendah polusi. Peneliti studi Joachim Heinrich mengatakan, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa polusi udara berhubungan dengan berat badan lahir dan penghambatan pertumbuhan. Keduanya sudah diketahui sebagai faktor risiko diabetes tipe dua. "Hal inilah yang mungkin membuat orang berspekulasi bahwa berat badan lahir rendah lah yang meningkatkan risiko diabetes, bukan paparan polusi udara. Padahal kami melakukan penelitian pada bayi yang memiliki berat badan normal, yaitu di atas 2,5 kg, sehingga paparan polusi mungkin adalah faktor yang meningkatkan risiko tersebut," papar Heinrich. Para peneliti berencana untuk melanjutkan studi ini dengan mengikuti anak-anak ini hingga dewasa. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apabila hasil ini dapat diterjemahkan pada orang dewasa.

Bahaya Kelebihan Vitamin D

Sumber: Kompas.com

Berbagai penelitian terkini semakin menguatkan bukti-bukti manfaat vitamin D dalam pencegahan penyakit kronis seperti diabetes, gangguan otot, sampai gangguan tulang. Namun bukan berarti vitamin ini boleh dikonsumsi secara berlebihan. Sebuah penelitian dari John Hopkins University menunjukkan konsumsi berlebihan vitamin ini tidak akan memberikan manfaat apapun bagi tubuh, bahkan dapat membahayakan. Studi yang dimuat dalam American Journal of Medicine ini merekomendasikan untuk tidak perlu mengonsumsi suplemen vitamin D. Dalam dosis yang tepat, vitamin ini melindungi pembuluh darah dan jantung. Tapi jika berlebihan bisa meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular. Menurut Ketua Studi Muhammad Amer, asisten profesor penyakit dalam di Sekolah Kedokteran John Hopkins University, orang yang sehat perlu menghentikan konsumsi suplemen vitamin D karena tidak akan bermanfaat. "Kelebihan konsumsi vitamin D tidak akan memberikan keuntungan apapun, justru malah akan membuat boros," papar Amer. Namun, lanjut Amer, ada kelompok orang-orang tertentu yang memang membutuhkan tambahan dosis vitamin D, seperti orang berusia lanjut, wanita yang baru menopause, dan pasien penyakit ginjal. Hasil tersebut disimpulkan berdasarkan tinjauan dari rekaman medis lebih dari 10.000 pasien di National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES). Survei tersebut diselenggarakan dari tahun 2001 hingga 2004. Kemudian, data dibandingkan dengan data yang didapat dari National Death Index tahun 2006. Hasil menunjukkan, kadar vitamin D dalam darah yaitu 21 nanogram per 25 mililiter. Kadar tersebut dinilai mencukupi. Jika kadarnya normal, vitamin D dalam darah akan memberikan manfaat yaitu menurunkan risiko kematian karena penyakit kardiovaskular hingga setengahnya. Kadar yang lebih dari 21 nanogram, efek melindungi ini justru akan berkurang, bahkan menjadi berbahaya. Sumber utama vitamin D adalah dari sinar matahari serta susu yang sudah difortifikasi. Penelitian sebelumnya menunjukkan, penambahan kadar vitamin D bagi mereka yang kekurangan akan menurunkan risiko kardiovaskular. Sebaliknya dosis yang berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko. Amer mengatakan, orang perlu berkonsultasi pada dokter jika mereka akan mengonsumsi suplemen vitamin D.

======== MASIH DALAM TAHAP PENGEMBANGAN. TERIMA KASIH ATAS PENGERTIANNYA ==========
2013 | gerald.logor